🏛️ Ketidakstabilan Politik Haiti Kembali Meledak
Haiti, negara Karibia yang telah lama dilanda krisis politik dan sosial, kembali bergolak pada minggu ini. Ribuan warga turun ke jalan-jalan Port-au-Prince, Cap-Haïtien, hingga Gonaïves dalam unjuk rasa besar menentang pemerintahan sementara yang dibentuk pasca-pembunuhan presiden dua tahun lalu.
Demonstrasi besar-besaran ini dipicu oleh:
-
Ketidakpuasan atas penundaan pemilu nasional yang telah dijanjikan sejak 2023
-
Tuduhan korupsi terhadap pejabat pemerintahan transisi
-
Memburuknya kondisi ekonomi, kelangkaan bahan bakar, dan melonjaknya harga pangan
-
Ketidakamanan akibat kelompok geng bersenjata yang menguasai sebagian besar ibu kota
🔥 Situasi di Lapangan
-
Bentrok antara demonstran dan polisi terjadi di sejumlah titik, menyebabkan sedikitnya 7 orang terluka dan puluhan ditahan
-
Sejumlah kantor pemerintahan dan infrastruktur publik dibakar
-
PBB melaporkan 42% wilayah urban di Port-au-Prince kini berada di bawah kendali geng
-
Rumah sakit dan sekolah terpaksa tutup karena ketidakstabilan dan pemogokan massal
🧨 Asal Muasal Krisis
Krisis terbaru ini merupakan kelanjutan dari:
-
Pembunuhan Presiden Jovenel Moïse pada Juli 2021
-
Penundaan pemilu yang terus-menerus hingga kini, tanpa kejelasan transisi kekuasaan
-
Ketergantungan pada bantuan internasional tanpa reformasi internal yang signifikan
-
Kepercayaan publik yang runtuh akibat korupsi sistemik dan kekerasan geng
🌍 Reaksi Internasional
-
Caribbean Community (CARICOM) mendesak diadakannya pemilu segera sebelum akhir 2025
-
Amerika Serikat dan Kanada memperingatkan bahwa mereka akan menarik bantuan jika pemilu tidak diselenggarakan
-
PBB memperpanjang mandat pasukan penjaga perdamaian dan mengusulkan pembentukan dewan rekonsiliasi nasional
-
Organisasi HAM seperti Human Rights Watch menyoroti pelanggaran HAM berat, penculikan, dan pembunuhan politik
📉 Dampak Sosial dan Ekonomi
-
Inflasi tahunan menyentuh angka 48%
-
PDB menyusut 6,5% selama dua tahun terakhir
-
Lebih dari 4 juta warga Haiti mengalami kerawanan pangan, dengan 1,2 juta di antaranya dalam tingkat darurat
-
Gelombang migrasi ilegal menuju Republik Dominika, Bahama, dan AS meningkat drastis
✊ Tuntutan Rakyat
Demonstran dan organisasi masyarakat sipil menuntut:
-
Jadwal pasti pelaksanaan pemilu sebelum Desember 2025
-
Transparansi anggaran nasional dan pengusutan kasus korupsi
-
Pembubaran dewan transisi dan pembentukan pemerintahan teknokrat independen
-
Keamanan publik melalui disarmament geng bersenjata
📌 Kesimpulan
Krisis Haiti mencerminkan rentannya negara-negara tanpa fondasi demokrasi yang kuat dan sistem hukum yang berfungsi. Tanpa reformasi menyeluruh dan dukungan internasional yang konsisten namun tidak mengintervensi, Haiti akan terus terperosok dalam lingkaran kekerasan, kemiskinan, dan ketidakstabilan. Dunia harus segera bertindak—bukan hanya mengirim bantuan, tapi juga mendorong pemerintahan yang sah dan akuntabel.