Jakarta, 5 Mei 2026 – Praktisi fesyen Lisa Fitria mengungkap bahwa tren modest fashion pada 2025 mulai bergeser ke arah konsep slow fashion. Perubahan ini menandai meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam industri fesyen.
Menurutnya, slow fashion menekankan kualitas, daya tahan, serta proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Konsumen kini tidak lagi hanya mencari pakaian yang mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan nilai etis dan dampak lingkungan dari produk yang mereka gunakan.
Dalam perkembangan modest fashion, desain yang lebih timeless mulai diminati. Potongan sederhana dengan bahan berkualitas tinggi dianggap lebih relevan karena dapat digunakan dalam jangka waktu lama tanpa kehilangan nilai estetika.
Selain itu, penggunaan bahan alami dan proses produksi yang lebih bertanggung jawab juga menjadi perhatian. Pelaku industri mulai beradaptasi dengan menghadirkan koleksi yang tidak hanya stylish, tetapi juga berkelanjutan.
Perubahan tren ini juga didorong oleh generasi muda yang semakin peduli terhadap isu lingkungan. Mereka cenderung memilih produk yang memiliki nilai lebih, baik dari segi kualitas maupun dampak sosial.
Lisa Fitria menilai bahwa pergeseran ini menjadi peluang bagi pelaku industri fesyen lokal untuk berkembang. Inovasi dalam desain dan produksi yang berkelanjutan dinilai dapat meningkatkan daya saing di pasar global.
Dengan tren slow fashion yang semakin kuat, modest fashion diharapkan tidak hanya menjadi simbol gaya, tetapi juga mencerminkan kesadaran terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.





