
11 Juli 2025
Industri game Indonesia kembali mencetak prestasi internasional melalui game horor lokal berjudul “Rawa Setan”, besutan studio Langit Timur Interactive asal Yogyakarta. Game ini baru saja diumumkan sebagai pemenang kategori Best Narrative Horror dalam ajang Asian Indie Game Festival 2025 di Seoul, Korea Selatan.
Tak hanya itu, Rawa Setan juga dilirik oleh rumah produksi Jepang untuk diadaptasi menjadi film layar lebar dalam waktu dekat.
Premis yang Menyeramkan dan Sarat Budaya Lokal
“Rawa Setan” adalah game survival horror dengan latar rawa fiktif di daerah Kalimantan, yang konon menjadi tempat penghilangan misterius puluhan orang. Pemain berperan sebagai seorang jurnalis investigasi bernama Raka, yang nekat menyusup ke wilayah terlarang demi mengungkap rahasia kelam di balik legenda lokal.
Game ini menampilkan elemen-elemen menyeramkan seperti:
-
Makhluk gaib lokal (Kuntilanak rawa, Palasik, Jerangkung)
-
Ritual adat terlarang
-
Tata suara ambient dan gamelan mencekam
-
Visual rawa berkabut dan arsitektur rumah panggung tua
Mekanisme Gameplay dan Fitur Unggulan
-
Mode first-person survival, dengan fokus pada eksplorasi dan pengumpulan petunjuk
-
Sistem sanity meter: semakin lama di rawa, semakin kabur realita
-
Puzzle berbasis mitologi dan bahasa daerah
-
Tiga ending berbeda tergantung pilihan moral pemain
Game ini dibuat menggunakan Unreal Engine 5 dan mendapatkan pujian karena performa stabil di perangkat mid-range.
Reaksi Positif Gamer dan Kritikus
Sejak rilisnya pada Juni 2025, Rawa Setan telah diunduh lebih dari 2,8 juta kali di Steam dan konsol digital Asia, termasuk Jepang dan Thailand, dengan rating 4.8/5.
Media seperti IGN Asia menyebutnya sebagai:
“The Silent Hill of Southeast Asia — atmospheric, deeply cultural, and uniquely terrifying.”
Para pemain juga mengapresiasi bagaimana game ini mengangkat budaya lokal tanpa eksploitasi berlebihan, dan mempromosikan kearifan lokal secara global.
Adaptasi Film: Dari Konsol ke Layar Lebar
Studio Kyowa Pictures Jepang mengumumkan kerja sama dengan Langit Timur Interactive untuk memproduksi film adaptasi “Rawa Setan” yang akan syuting pada akhir 2025 dengan lokasi utama di Kalimantan dan studio di Kyoto.
Filmnya akan bergenre psychological horror dengan pengembangan cerita lebih dalam, dan akan menampilkan aktor Indonesia dan Jepang sebagai pemeran utama.
Kesimpulan
Kesuksesan “Rawa Setan” adalah bukti bahwa game lokal bisa menjadi medium global, bahkan menembus ranah sinema internasional. Dengan kreativitas tinggi dan keberanian mengeksplorasi budaya sendiri, game ini membuktikan bahwa horor lokal bisa membuat dunia merinding — dan terpikat.