BLACKPINK Akan Konser di Candi Prambanan 2025, Pertunjukan Kolosal Bertema “Light of Heritage”

Yogyakarta – Grup K-pop paling berpengaruh di dunia, BLACKPINK, resmi mengumumkan jadwal konser spesial bertajuk “Light of Heritage: BLACKPINK Prambanan 2025”, yang akan digelar di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 30 September 2025. Konser ini menjadi bagian dari rangkaian tur budaya Asia bertema warisan dunia dan menjadi satu-satunya pertunjukan mereka yang menggabungkan elemen sejarah dan warisan budaya lokal secara langsung dalam pertunjukan musik kontemporer.

Pengumuman ini disampaikan melalui siaran pers gabungan antara YG Entertainment, UNESCO, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, serta disambut meriah oleh BLINK (sebutan penggemar BLACKPINK) di seluruh Asia Tenggara.


Konser Musik di Situs Warisan Dunia: Pertama dalam Sejarah

Konser BLACKPINK di Candi Prambanan menjadi catatan bersejarah karena:

  • Merupakan konser K-pop pertama yang digelar di situs warisan dunia UNESCO di Asia Tenggara.

  • Didukung oleh konsep multimedia AR/VR heritage fusion, yang akan menggabungkan pertunjukan langsung dengan visualisasi sejarah dan relief candi dalam gaya cyber-neo-tradisional.

  • Mengusung pesan “global music meets ancient soul”, menekankan harmoni antara modernitas dan pelestarian budaya.

YG Entertainment menyatakan bahwa konser ini merupakan bentuk kontribusi BLACKPINK dalam mengangkat nilai budaya Asia ke panggung global, sekaligus bentuk penghormatan terhadap keindahan dan spiritualitas peninggalan klasik Indonesia.

“Kami merasa terhormat bisa tampil di lokasi seindah dan sebersejarah Prambanan. Ini akan menjadi pertunjukan paling spesial kami,” kata Jennie dalam video resmi yang dirilis YG.


Desain Pertunjukan dan Teknologi: Tradisi Bertemu Inovasi

Pertunjukan ini akan memadukan unsur budaya Jawa dalam konsep artistik panggung:

  • Busana panggung akan dirancang oleh Desainer Indonesia Didiet Maulana, menggabungkan songket Bali, batik kontemporer, dan aksen Hanbok modern.

  • Tata panggung menggunakan teknologi projection mapping 3D langsung ke struktur Candi Prambanan, dipadukan dengan drone LED yang membentuk visual relief kuno saat lagu “Pink Venom” dan “Shut Down” dimainkan.

  • Koreografi khusus di lagu pembuka akan melibatkan 50 penari klasik Jawa, yang dilatih langsung oleh koreografer tradisional Yogyakarta untuk tampil bersama BLACKPINK dalam gaya kolaboratif.


Antusiasme Publik dan Sistem Tiket Super Terbatas

Kapasitas area konser hanya dibatasi untuk 5.000 penonton langsung, dengan sistem undangan khusus dan tiket undian digital global. Pemerintah Indonesia memberlakukan regulasi ketat untuk menjaga kelestarian candi, termasuk:

  • Larangan peralatan berat di atas pelataran utama

  • Zona buffer pelindung relief

  • Pemutaran live streaming konser di 10 kota besar secara resmi

Tiket VIP akan mencakup sesi “Cultural Tour” bersama para personel BLACKPINK ke Museum Prambanan dan area Ratu Boko, difilmkan untuk dokumenter promosi budaya “BLACKPINK Around Asia Heritage”.


Dampak Ekonomi dan Diplomasi Budaya

Kementerian Parekraf memperkirakan konser ini akan menghasilkan dampak ekonomi langsung sebesar Rp150 miliar, serta menarik lebih dari 50.000 wisatawan mancanegara dalam periode September–Oktober 2025.

Konser ini juga menjadi diplomasi budaya non-formal Indonesia–Korea Selatan, melibatkan kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan Korea Foundation for Cultural Exchange.


Reaksi Global dan Media Internasional

Pengumuman konser ini langsung menjadi berita utama di berbagai media dunia, termasuk Billboard, The Korea Herald, NME, dan CNN International. Di Indonesia, tagar seperti:

  • #BLACKPINKPrambanan2025

  • #BlinkGoesToYogyakarta

  • #LightOfHeritageBP

menjadi trending nomor 1 selama lebih dari 12 jam di media sosial.


Penutup

Konser BLACKPINK di Candi Prambanan adalah perpaduan luar biasa antara musik global dan warisan budaya lokal. Tidak hanya menjadi pertunjukan, tapi juga simbol bahwa Indonesia mampu menghadirkan pengalaman budaya dunia dalam harmoni dengan sejarahnya sendiri. Ini bukan sekadar konser—tapi bab baru dalam kolaborasi antara hiburan dan pelestarian budaya, yang akan dikenang sebagai momen tak terlupakan dalam sejarah musik dan budaya Asia.

Related Posts

Baik-Baik Sayang – Wali: Lagu Kasih untuk Kekasih

Wali, band pop religi asal Indonesia yang kerap menghadirkan lagu-lagu sederhana namun penuh makna, melahirkan salah satu karya ikonik berjudul “Baik-Baik Sayang”. Lagu ini begitu populer karena liriknya yang romantis,…

Beraksi – Kotak: Energi dan Semangat Hidup

Kotak adalah band rock Indonesia yang selalu identik dengan lagu-lagu penuh energi dan semangat. Salah satu karya mereka yang berhasil membakar adrenalin para pendengarnya adalah “Beraksi”. Lagu ini menjadi simbol…

You Missed

Baik-Baik Sayang – Wali: Lagu Kasih untuk Kekasih

Beraksi – Kotak: Energi dan Semangat Hidup

Kau yang Memilih Aku – Syahrini: Luka Penolakan Cinta

Persita Tangerang Raih Kemenangan Penting Atas PSS Sleman

Persela Lamongan Perlihatkan Keperkasaan Saat Mengalahkan Arema FC

Seandainya – Vina Panduwinata: Harapan Cinta yang Tak Terwujud