Tangerang, 4 September 2026 – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menggagalkan peredaran narkotika yang disamarkan dalam bentuk rokok elektrik atau vape di wilayah Tangerang. Dalam pengungkapan terbaru, polisi menangkap seorang pria yang diduga berperan sebagai pengedar sekaligus menyita puluhan cartridge vape yang mengandung etomidate. Sebanyak 29 cartridge diamankan sebagai barang bukti dalam operasi tersebut dan selanjutnya dibawa bersama tersangka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pengungkapan ini menambah daftar kasus penyalahgunaan etomidate melalui cairan rokok elektrik yang ditemukan aparat sepanjang 2026. Kepolisian kini mengembangkan penyidikan untuk mengetahui asal barang, jaringan pemasok, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam distribusi cartridge tersebut.
Kasus tersebut terungkap setelah petugas memperoleh informasi mengenai dugaan aktivitas peredaran vape mengandung zat terlarang di kawasan Tangerang. Informasi kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan untuk mengetahui pola transaksi dan pihak yang diduga terlibat. Setelah memperoleh petunjuk yang dinilai cukup, petugas melakukan penindakan terhadap terduga pengedar dan menemukan sejumlah cartridge yang diduga berisi etomidate. Barang tersebut memiliki bentuk yang menyerupai cartridge rokok elektrik pada umumnya sehingga berpotensi sulit dikenali masyarakat hanya melalui tampilan luar. Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan menjadi bagian dari proses penyidikan.
Etomidate pada dasarnya dikenal sebagai zat anestesi yang digunakan dalam lingkungan medis dengan pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan zat tersebut melalui vape menjadi perhatian serius karena penggunaannya di luar kepentingan medis dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Modus memasukkan zat ke dalam cartridge rokok elektrik juga membuat peredarannya memiliki karakter berbeda dibandingkan narkotika konvensional yang lebih mudah dikenali. Pengguna dapat menghirup cairan melalui perangkat vape tanpa menyadari atau tanpa memperlihatkan secara terbuka bahwa cartridge mengandung zat terlarang. Kondisi tersebut membuat kepolisian meningkatkan perhatian terhadap jalur distribusi maupun produksi cairan vape yang telah dimodifikasi.
Pengungkapan terbaru di Tangerang bukan menjadi kasus pertama yang ditangani Polda Metro Jaya terkait peredaran etomidate dalam bentuk cartridge selama tahun ini. Sebelumnya, aparat juga membongkar sejumlah jaringan yang menggunakan apartemen dan tempat tinggal sebagai lokasi penyimpanan maupun produksi. Dalam salah satu pengungkapan besar pada April 2026, polisi menemukan fasilitas produksi tersembunyi di sebuah apartemen di Kabupaten Tangerang dan menangkap seorang warga negara Malaysia. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan bahan baku dalam jumlah besar serta peralatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan cartridge vape berisi etomidate. Penyelidikan saat itu juga mengindikasikan lebih dari seribu cartridge telah beredar sebelum fasilitas tersebut berhasil dibongkar.
Rangkaian kasus tersebut menunjukkan adanya perubahan pola yang perlu diantisipasi aparat penegak hukum. Produk narkotika tidak selalu diedarkan dalam bentuk yang selama ini dikenal masyarakat, tetapi dapat disamarkan melalui barang yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Vape menjadi salah satu media yang mendapat perhatian karena perangkatnya mudah dibawa dan tersedia dalam berbagai bentuk. Cartridge yang mengandung zat terlarang juga berpotensi berpindah tangan melalui transaksi langsung maupun pola distribusi lain yang lebih tertutup. Karena itu, pengembangan kasus tidak berhenti pada orang yang membawa barang, tetapi diarahkan untuk menemukan rantai pasokan hingga pihak yang mengendalikan peredarannya.
Penyidik selanjutnya perlu menelusuri dari mana 29 cartridge yang disita tersebut diperoleh dan kepada siapa barang direncanakan untuk diedarkan. Pemeriksaan terhadap komunikasi, transaksi, serta hubungan tersangka dengan pihak lain dapat menjadi bagian dari pengembangan penyidikan. Langkah tersebut penting karena pengedar pada tingkat tertentu dapat saja hanya menjadi salah satu bagian dari jaringan distribusi yang lebih luas. Polisi juga dapat mencocokkan temuan terbaru dengan sejumlah perkara sebelumnya untuk melihat kemungkinan adanya keterhubungan pemasok maupun jalur distribusi. Apabila ditemukan bukti mengenai keterlibatan pihak lain, penyidikan dapat dikembangkan untuk melakukan penangkapan lanjutan.
Wilayah Tangerang sendiri beberapa kali menjadi lokasi pengungkapan peredaran maupun produksi vape mengandung etomidate sepanjang 2026. Posisi wilayah yang berdekatan dengan Jakarta dan memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi membuat pengawasan terhadap peredaran barang terlarang membutuhkan koordinasi lintas wilayah. Apartemen, rumah tinggal, hingga lokasi lain dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan apabila pelaku berusaha menghindari perhatian masyarakat. Dalam beberapa perkara sebelumnya, polisi bahkan menemukan fasilitas produksi yang mampu menghasilkan cartridge dalam jumlah sangat besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya diperlukan pada tahap penjualan, tetapi juga terhadap rantai produksi dan distribusi bahan yang disalahgunakan.
Peredaran vape mengandung narkotika juga menimbulkan tantangan dari sisi pencegahan karena tampilan produk dapat menyerupai cartridge legal. Masyarakat tidak selalu dapat mengetahui kandungan sebuah cairan hanya berdasarkan kemasan atau aromanya. Situasi tersebut menjadi semakin berisiko apabila produk ditawarkan kepada kalangan muda tanpa informasi mengenai kandungan sebenarnya. Pencegahan karena itu membutuhkan kombinasi antara penindakan hukum, pengawasan peredaran, edukasi mengenai risiko penyalahgunaan zat, serta keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat. Laporan masyarakat dapat menjadi titik awal penyelidikan apabila ditemukan aktivitas mencurigakan terkait produksi atau distribusi produk tersebut.
Kepolisian juga perlu mendalami pola pemasaran yang digunakan jaringan karena perkembangan teknologi memungkinkan transaksi dilakukan tanpa pertemuan terbuka antara penjual dan pembeli. Barang dapat ditawarkan melalui komunikasi tertutup sebelum diserahkan di lokasi yang telah disepakati. Pola seperti ini dapat mempersulit pengawasan apabila hanya mengandalkan pemeriksaan di tempat-tempat tertentu. Penelusuran jaringan secara menyeluruh karena itu menjadi penting agar penindakan tidak berhenti pada pengedar tingkat bawah. Pengungkapan pemasok dan pengendali distribusi dinilai lebih efektif untuk memutus ketersediaan barang dalam jumlah besar.
Penangkapan seorang pengedar dan penyitaan 29 cartridge vape mengandung etomidate di Tangerang menjadi perkembangan terbaru dalam upaya Polda Metro Jaya menekan peredaran narkotika dengan modus rokok elektrik. Seluruh barang bukti kini menjadi bagian dari penyidikan untuk mengungkap sumber serta jaringan yang berada di belakang peredarannya. Kasus tersebut sekaligus menunjukkan bahwa modus distribusi narkotika terus berkembang dan dapat menggunakan produk yang secara tampilan menyerupai barang konsumsi biasa. Aparat masih perlu melakukan pengembangan untuk memastikan apakah tersangka bekerja sendiri atau memiliki hubungan dengan jaringan yang lebih luas. Penindakan yang berkelanjutan, pengawasan terhadap jalur distribusi, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat diharapkan dapat mempersempit ruang peredaran vape mengandung narkotika di Tangerang maupun wilayah Jakarta dan sekitarnya.






