Jakarta, 26 September 2026 – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyerahkan bantuan senilai Rp70 juta kepada warga terdampak kebakaran di RW 08, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Bantuan tersebut berasal dari gaji dan tunjangan pribadinya sebagai anggota dewan. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Jalan Jelambar Madya Utara RT 11/RW 08 pada Kamis (24/9). Bantuan diarahkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sekaligus mendukung pemulihan tempat tinggal setelah musibah kebakaran.
Kenneth mengatakan kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal serta berbagai kebutuhan sehari-hari. Menurut dia, penanganan korban perlu terus dilakukan meskipun proses pemadaman telah selesai. Kebutuhan seperti makanan, pakaian, perlengkapan sehari-hari, hingga tempat tinggal sementara masih diperlukan selama masa pemulihan. Bantuan Rp70 juta tersebut diharapkan dapat meringankan sebagian beban warga. Ia mengakui bantuan tersebut tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami para korban.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Camat Grogol Petamburan Raditian Ramajaya, jajaran kecamatan, Lurah Jelambar Pradista Machdala Putra, perwakilan Satpol PP, serta tokoh masyarakat setempat. Raditian mengapresiasi bantuan yang diberikan dan berharap dana tersebut dapat membantu pembangunan kembali rumah warga yang terdampak. Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi bersama pengurus RT dan RW agar bantuan dapat segera dimanfaatkan. Pemerintah setempat juga terus melakukan pendataan terhadap kebutuhan warga selama proses pemulihan.
Kebakaran di kawasan Jelambar terjadi pada 14 September 2026 dan berdampak terhadap permukiman padat penduduk. Pemerintah Kelurahan Jelambar sebelumnya mencatat sekitar 160 warga harus mengungsi sementara di tenda yang didirikan di halaman Madrasah Ibtidaiyah Ar Ridha. Masa tanggap darurat sempat diperpanjang karena sebagian penyintas belum memiliki alternatif tempat tinggal. Berbagai bantuan kebutuhan dasar dan makanan siap saji telah disalurkan kepada warga. Pemerintah setempat juga menerima bantuan material untuk mendukung pembangunan kembali hunian yang terdampak.
Selain memberikan bantuan, Kenneth meminta Pemprov DKI Jakarta terus memperhatikan kebutuhan para penyintas kebakaran hingga proses pemulihan selesai. Ia menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti warga lanjut usia, anak-anak, dan ibu-ibu. Pendataan menyeluruh juga diperlukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga. Menurut dia, pemulihan pascabencana tidak seharusnya berhenti setelah bantuan awal disalurkan. Kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya diperlukan untuk membantu warga kembali menjalani aktivitas secara normal.
BPBD DKI Jakarta melalui Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana juga melakukan survei di lokasi kebakaran pada Jumat (25/9). Tim meninjau kondisi wilayah, kerusakan bangunan, serta keadaan warga terdampak untuk memperoleh data faktual. Hasil survei akan digunakan sebagai dasar menentukan kebutuhan bantuan dalam tahapan pemulihan. Informasi turut dihimpun dari warga dan pihak terkait di lokasi kejadian. Pendataan tersebut diharapkan membuat penanganan pascabencana lebih sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.
Sebagian warga masih menghadapi dampak kebakaran, termasuk kehilangan dokumen penting dan barang berharga. Salah seorang korban melaporkan ijazah anggota keluarganya, dokumen kendaraan, serta surat izin mengemudi ikut terbakar. Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan warga tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali tempat tinggal, tetapi juga pengurusan berbagai dokumen dan kebutuhan lainnya. Bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses tersebut. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan penyintas dapat ditangani secara bertahap.





