“Lalapan Indonesia Diangkat ke Michelin Street Food Guide: Warung Bu Ning di Surabaya Masuk Daftar Bergengsi 2025”

Surabaya, 15 Juli 2025 – Dunia kuliner Indonesia kembali mencetak prestasi membanggakan. Untuk pertama kalinya, makanan lalapan khas Jawa Timur berhasil menembus daftar Michelin Street Food Guide 2025, lewat sebuah warung sederhana bernama “Lalapan Bu Ning” di Jalan Kapasari, Surabaya.

Warung ini masuk dalam kategori “Bib Gourmand”, yaitu penghargaan khusus dari Michelin untuk tempat makan yang menyajikan makanan lezat dengan harga terjangkau. Prestasi ini membawa angin segar bagi warung-warung kecil Indonesia yang selama ini kerap terabaikan oleh dunia kuliner global yang didominasi restoran mewah.


Warung Sederhana, Rasa Luar Biasa

Lalapan Bu Ning berdiri sejak tahun 1998, awalnya hanya menjual ayam goreng dan sambal tomat di depan rumah dengan gerobak kecil. Kini, warung ini punya lebih dari 12 varian lalapan, termasuk:

  • Lele goreng sambal korek

  • Bebek ungkep sambal ijo khas Lamongan

  • Tahu tempe bacem dan lalapan kemangi

  • Sambal terasi matang & mentah dalam 5 level pedas

  • Sayur pendamping seperti timun, selada, kol bakar, kenikir, hingga petai rebus

Rahasia utama kesuksesan Bu Ning adalah sambalnya, yang selalu diulek dadakan dan menggunakan cabai rawit segar dari pasar Keputran. Tekstur kasar, aroma menyengat, dan rasa meledak membuat sambal ini dijuluki oleh tim Michelin sebagai:

“One of the boldest and most memorable chili sauces in Southeast Asia.”


Perjalanan Menuju Michelin: Dari Lokal ke Global

Kabar bahwa Lalapan Bu Ning dilirik Michelin bermula dari kunjungan diam-diam para “anonymous inspectors” pada awal 2025. Mereka tidak memperkenalkan diri dan memesan seperti pelanggan biasa. Setelah tiga kunjungan dan penilaian detail tentang konsistensi rasa, kualitas bahan, kebersihan, pelayanan, dan keaslian budaya kuliner, warung Bu Ning diumumkan sebagai salah satu dari hanya 12 tempat di Indonesia yang masuk daftar tahun ini.

Penghargaan ini membuat nama Bu Ning langsung viral. TikTok, Instagram, dan YouTube dibanjiri oleh food vlogger dan netizen yang rela antre dua jam demi mencoba sambal “yang bikin lidah menangis tapi hati bahagia.”


Dampak Sosial dan Ekonomi

Usai pengumuman Michelin, omzet harian warung Bu Ning melonjak 400%. Banyak pelanggan luar kota bahkan wisatawan asing datang hanya untuk makan di sana. Pemerintah Kota Surabaya pun turut memberikan fasilitas sertifikasi halal, pelatihan digitalisasi UMKM, dan bantuan pengelolaan logistik agar warung tetap mampu memenuhi permintaan tinggi.

Lebih dari itu, fenomena ini memberi motivasi besar bagi warung kecil lainnya. Banyak penjual lalapan di Semarang, Solo, dan Malang mulai berinovasi, memperbaiki pelayanan, dan melestarikan resep autentik dengan lebih percaya diri.


Sambal dan Lalapan: Identitas Kuliner yang Mulai Mendunia

Menurut pakar kuliner dan antropolog makanan, Dr. Harwati Laksmi, keberhasilan Bu Ning adalah bukti bahwa kuliner rakyat bisa menjadi produk budaya unggulan nasional, asal disajikan dengan rasa otentik, konsistensi tinggi, dan keberanian untuk tampil apa adanya.

“Kita terlalu lama menganggap warung kecil tak punya tempat di panggung internasional. Kini lalapan dan sambal justru jadi wajah baru kuliner Indonesia,” jelas Harwati.


Penutup: Sambal yang Membawa Harapan

Di balik ulekan sambal pedas dan aroma gorengan sederhana, tersembunyi cerita tentang perjuangan, ketekunan, dan cinta terhadap rasa lokal. Lalapan Bu Ning bukan hanya soal makanan — tapi soal identitas, daya tahan, dan kekuatan warisan kuliner Indonesia.

Kini, sambal bukan hanya menggoyang lidah, tapi juga menggetarkan panggung dunia.

Related Posts

Pemerintah Indonesia Luncurkan Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan

Pemerintah Indonesia telah meluncurkan serangkaian kebijakan strategis untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas…

KPK Tangkap Pejabat Daerah dalam OTT di Jawa Tengah

Semarang / Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT), kali ini menjerat pejabat Balai Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub wilayah Jawa Tengah. 👮‍♂️ Siapa Saja…

You Missed

Baik-Baik Sayang – Wali: Lagu Kasih untuk Kekasih

Beraksi – Kotak: Energi dan Semangat Hidup

Kau yang Memilih Aku – Syahrini: Luka Penolakan Cinta

Persita Tangerang Raih Kemenangan Penting Atas PSS Sleman

Persela Lamongan Perlihatkan Keperkasaan Saat Mengalahkan Arema FC

Seandainya – Vina Panduwinata: Harapan Cinta yang Tak Terwujud