Way Kanan, 19 September 2026 – Kondisi lubang bekas perbaikan jalan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kampung Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, kembali menjadi perhatian setelah memicu kecelakaan. Sedikitnya 10 pengendara disebut telah mengalami kecelakaan ketika melintasi titik tersebut. Korban terbaru merupakan seorang tenaga kesehatan RSUD Zainal Abidin Pagar Alam bernama Imam Wahidin Munthe. Kecelakaan dialaminya ketika sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja pada Jumat, 18 September 2026 malam. Lubang di badan jalan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas ketika kondisi penerangan terbatas. Kejadian berulang tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan pengguna salah satu ruas utama penghubung wilayah di Lampung itu.
Imam mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.10 WIB ketika dirinya melintas menggunakan sepeda motor di kawasan SP3 Kampung Umpu Kencana. Saat itu, ia berangkat bekerja sekitar pukul 20.00 WIB sebelum kemudian mengalami kecelakaan di lokasi. Kondisi jalan pada malam hari membuat keberadaan lubang menjadi semakin berisiko apabila pengendara tidak mengetahui titik kerusakan sebelumnya. Lubang yang berada di jalur kendaraan dapat membuat pengendara kehilangan keseimbangan ketika roda masuk atau menghantam bagian jalan yang tidak rata. Risiko juga meningkat ketika pengendara mencoba menghindari lubang secara mendadak di tengah arus lalu lintas. Peristiwa yang dialami Imam menambah daftar pengguna jalan yang disebut menjadi korban di titik tersebut.
Keberadaan lubang tersebut menjadi sorotan karena disebut merupakan bekas pekerjaan perbaikan jalan yang belum kembali rata dengan permukaan di sekitarnya. Jalinsum merupakan jalur yang setiap hari dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga kendaraan angkutan barang. Perbedaan permukaan jalan yang cukup signifikan dapat menjadi ancaman bagi pengendara, khususnya mereka yang belum mengetahui kondisi ruas tersebut. Pada siang hari, pengendara mungkin memiliki jarak pandang lebih baik untuk mengantisipasi kerusakan. Situasinya berbeda ketika malam karena lubang dapat terlambat terlihat dan waktu untuk melakukan pengereman menjadi lebih pendek. Kondisi tersebut membuat penanganan maupun pemasangan tanda peringatan sementara menjadi penting sebelum perbaikan permanen dilakukan.
Banyaknya pengendara yang disebut mengalami kecelakaan membuat persoalan tersebut tidak lagi dipandang sebagai keluhan mengenai kenyamanan berkendara semata. Infrastruktur jalan yang tidak berada dalam kondisi aman dapat memberikan konsekuensi langsung terhadap keselamatan masyarakat. Terlebih, Jalan Lintas Sumatera memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah. Kerusakan pada satu titik dapat menjadi berbahaya ketika kendaraan melintas dengan kecepatan relatif tinggi dan pengemudi tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi. Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih besar karena benturan pada lubang dapat langsung memengaruhi keseimbangan kendaraan. Karena itu, masyarakat berharap kondisi jalan tersebut dapat segera memperoleh penanganan agar tidak kembali menambah korban.
Persoalan keselamatan lalu lintas di Blambangan Umpu sebelumnya juga telah menjadi perhatian sejumlah instansi di Way Kanan. Pada Juni 2026, Jasa Raharja bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Way Kanan membahas langkah intervensi untuk menekan angka kecelakaan di Kecamatan Baradatu dan Blambangan Umpu. Koordinasi tersebut melibatkan Satlantas Polres Way Kanan dan Dinas Perhubungan Kabupaten Way Kanan. Sejumlah langkah yang dibahas mencakup pemetaan titik rawan kecelakaan serta peningkatan fasilitas keselamatan seperti rambu, marka jalan dan penerangan jalan umum. Upaya tersebut menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menekan risiko kecelakaan. Penanganan titik berbahaya di Jalinsum Umpu Kencana kini menjadi semakin mendesak setelah muncul laporan kecelakaan berulang.
Selain perbaikan permanen, keberadaan rambu atau penanda sementara dapat membantu memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Penanda perlu ditempatkan pada jarak yang memungkinkan pengendara mengurangi kecepatan secara bertahap sebelum mencapai titik berbahaya. Hal tersebut terutama diperlukan pada malam hari ketika kemampuan pengendara mengidentifikasi permukaan jalan menjadi lebih terbatas. Pengguna jalan juga perlu menghindari pengereman atau perubahan arah secara mendadak karena tindakan tersebut dapat menimbulkan kecelakaan lain ketika terdapat kendaraan di belakang. Kepolisian mengingatkan pengendara yang menghadapi jalan berlubang untuk tetap fokus, menjaga jarak dan mengurangi kecepatan secara halus apabila lubang tidak dapat dihindari. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko benturan maupun kecelakaan beruntun.
Kondisi jalan yang aman memiliki peranan penting karena Jalinsum menjadi jalur mobilitas dengan aktivitas kendaraan yang tinggi. Setiap pekerjaan perbaikan karena itu perlu memastikan permukaan jalan kembali aman dilalui setelah pengerjaan dilakukan. Apabila pekerjaan belum selesai, pengamanan lokasi dan informasi kepada pengendara menjadi bagian yang tidak kalah penting. Perbedaan elevasi, lubang maupun material pekerjaan yang tertinggal dapat menimbulkan bahaya apabila tidak terlihat dengan jelas. Kondisi cuaca juga dapat memperbesar risiko karena genangan air berpotensi menutupi kedalaman lubang. Pengendara yang tidak mengetahui kondisi tersebut dapat terlambat mengurangi kecepatan sehingga kehilangan kendali setelah kendaraan menghantam permukaan yang rusak.
Kejadian di Kampung Umpu Kencana juga menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melewati ruas yang sedang atau baru selesai diperbaiki. Kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi jalan, terutama ketika berkendara pada malam hari. Menjaga jarak dengan kendaraan di depan dapat memberikan ruang tambahan untuk bereaksi apabila terdapat lubang atau hambatan yang muncul secara tiba-tiba. Pengendara sepeda motor juga perlu memastikan lampu utama bekerja dengan baik sehingga permukaan jalan dapat terlihat dari jarak yang cukup. Namun, kehati-hatian pengguna jalan tetap perlu diikuti penyediaan infrastruktur yang layak dan penanganan cepat terhadap titik yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Keselamatan lalu lintas pada akhirnya membutuhkan kombinasi antara kondisi jalan yang baik, fasilitas keselamatan memadai dan kedisiplinan pengguna kendaraan.
Laporan sedikitnya 10 pengendara mengalami kecelakaan membuat lubang bekas perbaikan di Jalinsum Kampung Umpu Kencana membutuhkan perhatian segera. Insiden yang dialami Imam Wahidin Munthe pada Jumat malam memperlihatkan bahwa risiko masih ada bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut. Penanganan permanen diperlukan agar permukaan jalan kembali rata dan aman dilalui berbagai jenis kendaraan. Selama perbaikan belum dilakukan, pemasangan tanda peringatan dan pengamanan lokasi dapat menjadi langkah sementara untuk mengurangi potensi kecelakaan berikutnya. Jalinsum memiliki fungsi strategis bagi mobilitas masyarakat Way Kanan sehingga aspek keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap pekerjaan pemeliharaan jalan. Perbaikan yang cepat dan pengawasan kondisi ruas secara berkala diharapkan dapat mencegah titik tersebut kembali memakan korban.




