Pemkab Sesalkan Trotoar Jalan Alternatif Sentul Rusak akibat Sering Dilintasi Motor

Bogor, 13 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Bogor menyayangkan kondisi trotoar di Jalan Alternatif Sentul yang mengalami kerusakan setelah kerap dilintasi sepeda motor. Fasilitas yang seharusnya digunakan khusus oleh pejalan kaki tersebut diduga dimanfaatkan pengendara sebagai jalur alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan di jalan utama. Aktivitas tersebut membuat sejumlah bagian trotoar mengalami kerusakan dan mengurangi fungsi fasilitas bagi masyarakat yang berjalan kaki. Kondisi ini menjadi perhatian karena trotoar dibangun untuk memberikan ruang yang aman bagi pejalan kaki, bukan sebagai jalur kendaraan bermotor. Pemerintah daerah menilai penggunaan trotoar secara tidak semestinya juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kerusakan trotoar terlihat pada beberapa bagian jalur yang mengalami penurunan kualitas setelah sering dilewati kendaraan. Sepeda motor yang naik ke area trotoar dapat memberikan beban yang tidak sesuai dengan peruntukan konstruksi fasilitas tersebut. Selain merusak permukaan, penggunaan trotoar sebagai jalur kendaraan juga berpotensi membuat bagian pembatas dan elemen pendukung lainnya mengalami kerusakan. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut dapat membuat jalur pejalan kaki semakin sulit digunakan, terutama oleh warga yang membutuhkan ruang berjalan yang aman. Pemerintah daerah perlu melakukan pengecekan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan.

Jalan Alternatif Sentul sendiri menjadi salah satu jalur yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi. Ketika arus lalu lintas mengalami kepadatan, sebagian pengendara memilih mencari ruang kosong di sisi jalan untuk mempercepat perjalanan. Dalam kondisi tertentu, trotoar kemudian digunakan sebagai jalur untuk melewati kendaraan yang sedang mengantre. Kebiasaan tersebut memang dapat memberikan keuntungan bagi pengendara dalam jangka pendek, tetapi berdampak buruk terhadap fungsi fasilitas publik. Selain kerusakan infrastruktur, pejalan kaki juga kehilangan ruang yang seharusnya menjadi hak mereka.

Penggunaan trotoar oleh sepeda motor juga menciptakan potensi konflik antara pengendara dan pejalan kaki. Warga yang sedang berjalan dapat terkejut ketika kendaraan tiba-tiba memasuki jalur mereka dari belakang maupun dari arah berlawanan. Kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika trotoar berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat. Anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih karena memiliki keterbatasan dalam menghindari kendaraan yang melintas. Karena itu, ketertiban penggunaan ruang jalan menjadi penting untuk memastikan setiap pengguna memperoleh fasilitas sesuai peruntukannya.

Pemerintah Kabupaten Bogor perlu melakukan langkah perbaikan sekaligus pencegahan agar kerusakan tidak terus berulang. Perbaikan fisik tanpa disertai pengawasan berpotensi membuat trotoar kembali rusak apabila kendaraan bermotor masih dapat dengan mudah masuk ke area tersebut. Pemasangan pembatas pada titik tertentu dapat menjadi salah satu pilihan untuk mencegah sepeda motor menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif. Namun, penempatan pembatas tetap harus memperhatikan kebutuhan pejalan kaki, akses kendaraan darurat, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas. Penataan harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan.

Selain memperbaiki infrastruktur, penegakan aturan juga diperlukan untuk mengubah kebiasaan pengendara yang menggunakan trotoar. Sosialisasi dapat dilakukan kepada masyarakat mengenai fungsi trotoar dan risiko yang muncul apabila fasilitas tersebut digunakan oleh kendaraan. Petugas juga dapat melakukan pengawasan pada waktu-waktu ketika arus lalu lintas di Jalan Alternatif Sentul mengalami peningkatan. Penindakan terhadap pelanggaran dapat menjadi langkah untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah pengendara lain melakukan hal serupa. Upaya tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar penggunaan trotoar sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan.

Kondisi trotoar juga berkaitan dengan kualitas fasilitas transportasi secara keseluruhan. Masyarakat akan lebih terdorong berjalan kaki apabila tersedia jalur pedestrian yang aman, nyaman, dan tidak terganggu kendaraan bermotor. Trotoar yang rusak atau sering digunakan sepeda motor justru dapat membuat warga memilih menggunakan kendaraan meskipun jaraknya dekat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap pola mobilitas masyarakat dan meningkatkan ketergantungan terhadap kendaraan bermotor. Karena itu, menjaga trotoar tetap berfungsi dengan baik merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi yang lebih tertib.

Pemkab Bogor yang menyesalkan kerusakan trotoar Jalan Alternatif Sentul diharapkan dapat menindaklanjutinya melalui perbaikan dan pengawasan yang berkelanjutan. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak menggunakan jalur pedestrian sebagai jalan pintas ketika lalu lintas sedang padat. Trotoar merupakan fasilitas publik yang harus dijaga bersama agar pejalan kaki dapat beraktivitas dengan aman. Jika perbaikan fisik, penataan, pengawasan, dan kesadaran pengguna jalan berjalan secara bersamaan, kerusakan akibat kendaraan bermotor dapat ditekan. Dengan begitu, fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Related Posts

Pemerintah Siapkan Subsidi Internet Kuota untuk Pelajar, Mahasiswa & UMKM Mulai Juli 2025

🌐 Subsidi Internet untuk Pelajar, Mahasiswa & Guru: Regenerasi Akses Pendidikan Digital Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, resmi meluncurkan kembali program subsidi kuota internet bagi pelajar SD hingga SMA,…

You Missed

Pemkab Sesalkan Trotoar Jalan Alternatif Sentul Rusak akibat Sering Dilintasi Motor

Pemkab Sesalkan Trotoar Jalan Alternatif Sentul Rusak akibat Sering Dilintasi Motor

Proyek Pelebaran Trotoar di Depok Tuai Protes Warga, Berbagai Aspirasi Disampaikan

Proyek Pelebaran Trotoar di Depok Tuai Protes Warga, Berbagai Aspirasi Disampaikan

Zulhas Nilai Kolaborasi KDMP dan MBG Menjadi Penggerak Penguatan Ekonomi Nasional

Zulhas Nilai Kolaborasi KDMP dan MBG Menjadi Penggerak Penguatan Ekonomi Nasional

Rotasi Polri, Brigjen Untung Widyatmoko Dipromosikan Jadi Kadiv Hubinter

Rotasi Polri, Brigjen Untung Widyatmoko Dipromosikan Jadi Kadiv Hubinter

Wilsen Willim Rayakan 10 Tahun Berkarya, Satu Dekade Perjalanan Kreatif di Industri Fashion Indonesia

Wilsen Willim Rayakan 10 Tahun Berkarya, Satu Dekade Perjalanan Kreatif di Industri Fashion Indonesia

Pramono Senang Kartu Kredit Bisa Tap In dan Tap Out di MRT Jakarta, Sebut Layanan Sudah Sejajar Tokyo

Pramono Senang Kartu Kredit Bisa Tap In dan Tap Out di MRT Jakarta, Sebut Layanan Sudah Sejajar Tokyo