Jakarta, 31 Juli 2026 – Polri kembali melakukan rotasi dan mutasi sejumlah perwira tinggi dalam rangka penyegaran organisasi serta pembinaan karier. Salah satu pejabat yang mendapat promosi adalah Brigjen Pol Untung Widyatmoko yang dipercaya menduduki jabatan Kepala Divisi Hubungan Internasional atau Kadiv Hubinter Polri. Penunjukan tersebut menempatkan Untung pada posisi strategis yang menangani hubungan dan kerja sama kepolisian Indonesia dengan berbagai mitra di luar negeri. Rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan posisi penting diisi personel sesuai pengalaman dan kebutuhan institusi. Promosi tersebut sekaligus membawa tanggung jawab lebih besar bagi Untung dalam memperkuat peran Polri menghadapi kejahatan yang melintasi batas negara.
Divisi Hubinter Polri memiliki posisi penting dalam membangun koordinasi internasional, terutama ketika penanganan perkara membutuhkan kerja sama dengan aparat penegak hukum negara lain. Pergerakan manusia, modal, informasi, dan teknologi yang semakin cepat membuat sejumlah tindak pidana tidak lagi terbatas dalam satu wilayah yurisdiksi. Pelaku dapat berada di negara berbeda, sementara korban, aset, atau bukti digital tersebar di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membutuhkan komunikasi antarlembaga yang efektif agar proses penegakan hukum tidak terhambat oleh batas geografis. Kepemimpinan Kadiv Hubinter menjadi penting untuk memastikan jaringan kerja sama tersebut berjalan optimal.
Sebagai Kadiv Hubinter, Untung akan menghadapi berbagai tantangan dalam koordinasi penanganan kejahatan transnasional. Perdagangan orang, penyelundupan, kejahatan siber, penipuan lintas negara, hingga berbagai bentuk kejahatan terorganisasi membutuhkan pertukaran informasi yang cepat. Dalam kasus tertentu, pencarian buronan juga memerlukan koordinasi internasional agar keberadaan seseorang dapat diketahui dan proses hukum dapat dilanjutkan. Setiap negara memiliki sistem dan prosedur hukum berbeda sehingga komunikasi harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai. Kemampuan membangun hubungan antarlembaga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung keberhasilan penanganan perkara.
Kerja sama melalui jaringan Interpol juga menjadi bagian strategis dari aktivitas hubungan internasional kepolisian. Pertukaran informasi dapat membantu aparat mengetahui keberadaan orang yang dicari maupun perkembangan kasus dengan keterkaitan lintas negara. Namun, setiap tindakan tetap harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku di masing-masing yurisdiksi. Koordinasi yang baik dapat mempercepat penyampaian informasi tanpa mengabaikan prinsip hukum. Dalam konteks tersebut, Divisi Hubinter menjadi penghubung penting antara kebutuhan penyidik di Indonesia dan mitra kepolisian internasional.
Perkembangan kejahatan siber menjadi tantangan lain yang membutuhkan perhatian besar. Infrastruktur digital memungkinkan pelaku beroperasi dari satu negara dengan sasaran korban di banyak negara sekaligus. Data yang dibutuhkan dalam penyidikan juga dapat tersimpan pada sistem atau penyedia layanan yang berada di luar Indonesia. Penanganan perkara semacam ini membutuhkan koordinasi teknis dan hukum agar informasi dapat diperoleh serta digunakan sesuai ketentuan. Penguatan kapasitas personel dalam memahami perkembangan teknologi menjadi semakin penting untuk mendukung kerja sama internasional.
Selain penegakan hukum, Divisi Hubinter juga berperan dalam memperkuat diplomasi kepolisian Indonesia. Pertemuan bilateral, forum regional, pelatihan bersama, dan pertukaran pengalaman dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personel sekaligus membangun kepercayaan antarinstitusi. Hubungan yang telah terbangun dengan baik dapat memberikan manfaat ketika muncul perkara yang membutuhkan respons cepat dari negara mitra. Kerja sama juga membuka kesempatan untuk mempelajari metode baru dalam menghadapi perubahan pola kejahatan. Karena itu, hubungan internasional kepolisian tidak hanya bersifat reaktif ketika suatu kasus muncul, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pencegahan.
Promosi Untung juga menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan Polri. Pergantian pejabat memberikan kesempatan bagi organisasi melakukan evaluasi sekaligus mempertahankan program yang telah memberikan hasil positif. Pejabat baru memiliki ruang untuk membawa pendekatan dan prioritas sesuai tantangan yang berkembang. Namun, kesinambungan hubungan dengan mitra internasional tetap perlu dijaga karena kerja sama antarnegara dibangun dalam jangka panjang. Transisi kepemimpinan yang baik menjadi penting agar agenda yang sedang berjalan tidak terganggu.
Penunjukan Brigjen Pol Untung Widyatmoko sebagai Kadiv Hubinter Polri menempatkannya pada posisi strategis di tengah semakin kompleksnya kejahatan lintas negara. Penguatan kerja sama internasional, pertukaran informasi, pencarian buronan, penanganan kejahatan siber, serta diplomasi kepolisian akan menjadi bagian penting dari tanggung jawab yang diembannya. Tantangan keamanan yang tidak lagi mengenal batas geografis membuat kemampuan berkoordinasi dengan negara lain semakin dibutuhkan. Rotasi tersebut diharapkan memperkuat efektivitas Divisi Hubinter dalam mendukung berbagai satuan Polri yang menangani perkara dengan dimensi internasional. Dengan jaringan kerja sama yang kuat, penegakan hukum Indonesia dapat bergerak lebih efektif ketika menghadapi pelaku, aset, maupun bukti yang berada di luar negeri.





