Jakarta, 6 Mei 2026 – Keputusan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, untuk tidak menghadiri Met Gala 2026 mengejutkan banyak pihak. Bersama Rama Duwaji, ia memilih absen dari salah satu acara mode paling bergengsi di dunia yang biasanya dihadiri oleh tokoh penting dari berbagai sektor.
Ketidakhadiran ini dinilai melanggar tradisi, mengingat figur publik dengan posisi strategis di New York umumnya hadir sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif dan kegiatan amal yang menjadi inti dari Met Gala.
Dalam pernyataan resminya, Zohran Mamdani disebut memprioritaskan agenda pemerintahan dan pelayanan publik dibandingkan menghadiri acara tersebut. Keputusan itu diambil di tengah berbagai isu kota yang membutuhkan perhatian langsung dari pemerintah setempat.
Sementara itu, Rama Duwaji juga dikabarkan memiliki komitmen lain yang tidak dapat ditinggalkan. Meski tidak hadir, keduanya tetap menyampaikan dukungan terhadap industri fashion dan kegiatan amal yang diusung oleh Met Gala.
Langkah ini memicu beragam reaksi dari publik. Sebagian menilai keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tugas utama, sementara yang lain menganggap absennya figur penting justru mengurangi semarak acara.
Pengamat menilai bahwa Met Gala selama ini bukan hanya ajang fashion, tetapi juga simbol kolaborasi antara seni, budaya, dan filantropi. Ketidakhadiran tokoh publik tertentu dapat memengaruhi persepsi terhadap pentingnya acara tersebut.
Meski demikian, Met Gala 2026 tetap berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah selebritas dan tokoh dunia lainnya. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa dinamika antara dunia politik dan hiburan terus berkembang, dengan prioritas masing-masing individu yang berbeda.






