Jakarta, 28 Juli 2026 – Ashanty mengungkap perjalanan personal di balik keputusannya untuk mulai mengenakan hijab, setelah melalui proses pertimbangan yang cukup panjang. Salah satu momen yang disebut memberikan kesan mendalam terjadi ketika dirinya berada di Tanah Suci dan menjalani rangkaian ibadah bersama keluarga. Pengalaman tersebut membuat Ashanty semakin memikirkan perubahan yang ingin dijalani dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengenai penampilannya. Keputusan berhijab tidak muncul secara tiba-tiba karena sebelumnya ia telah beberapa kali mempertimbangkan langkah tersebut. Setelah pulang dari perjalanan spiritual, keyakinannya disebut semakin kuat hingga akhirnya memilih menjalani perubahan dengan kemantapan hati. Bagi Ashanty, keputusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pribadi yang ingin dijalankan secara konsisten.
Selama berada di Tanah Suci, Ashanty memiliki kesempatan untuk lebih banyak menjalani aktivitas ibadah dan merenungkan berbagai hal dalam kehidupannya. Suasana perjalanan tersebut memberikan ruang berbeda dibandingkan rutinitasnya sebagai figur publik yang dipenuhi pekerjaan dan berbagai kegiatan bersama keluarga. Dalam proses itu, muncul keinginan untuk membawa kebiasaan baik yang dirasakan selama perjalanan ke dalam kehidupan setelah kembali ke Indonesia. Hijab kemudian menjadi salah satu perubahan yang semakin kuat berada dalam pikirannya. Ia tidak ingin keputusan tersebut sekadar menjadi sesuatu yang dilakukan karena suasana sesaat, tetapi benar-benar berasal dari kesiapan pribadi. Karena itu, proses memantapkan hati menjadi bagian penting sebelum akhirnya tampil dengan penampilan barunya.
Keputusan Ashanty tersebut juga mendapat perhatian karena selama bertahun-tahun masyarakat mengenalnya dengan gaya penampilan yang beragam dalam berbagai kesempatan. Perubahan menjadi berhijab otomatis menghadirkan penyesuaian, termasuk dalam memilih busana untuk kegiatan sehari-hari maupun pekerjaan di industri hiburan. Namun, perubahan gaya tidak membuat aktivitasnya sebagai penyanyi, pengusaha, dan figur publik harus berhenti. Ia tetap dapat menjalankan berbagai agenda sambil menyesuaikan penampilan dengan keputusan yang telah diambil. Proses tersebut menjadi fase baru dalam perjalanan Ashanty di tengah perhatian masyarakat terhadap kehidupan keluarga dan kariernya. Penampilan barunya pun mendapat beragam respons dari orang-orang yang mengikuti perjalanannya selama ini.
Dukungan keluarga menjadi salah satu hal yang penting ketika seseorang mengambil keputusan besar dalam kehidupan pribadi. Ashanty selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan keluarga yang kerap terlihat mendampingi berbagai aktivitasnya. Ketika keputusan berhijab mulai dimantapkan, lingkungan keluarga menjadi ruang bagi dirinya untuk menjalani perubahan tersebut dengan lebih nyaman. Meski mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat, keputusan akhir tetap menjadi pilihan personal yang dijalani berdasarkan kesiapan dirinya sendiri. Ashanty juga tidak ingin perubahan tersebut menjadi alasan untuk menilai perjalanan orang lain karena setiap individu memiliki proses yang berbeda. Baginya, yang terpenting adalah menjaga komitmen terhadap keputusan yang sudah dipilih.
Perjalanan menuju keputusan berhijab juga menunjukkan bahwa perubahan personal tidak selalu terjadi dalam satu momentum. Seseorang dapat melalui berbagai pertimbangan, keraguan, pengalaman, hingga akhirnya merasa memiliki kesiapan untuk mengambil langkah tertentu. Dalam pengalaman Ashanty, perjalanan ke Tanah Suci menjadi salah satu momen yang memberikan pengaruh kuat terhadap proses tersebut. Pengalaman spiritual selama menjalani ibadah membuat berbagai pertimbangan yang sebelumnya muncul terasa semakin jelas. Setelah kembali menjalani rutinitas, keputusan itu kemudian diterapkan dalam kesehariannya. Ashanty memilih menjalani proses tersebut secara bertahap tanpa menjadikannya sebagai perubahan yang harus dilakukan dengan tekanan dari pihak lain.
Sebagai figur publik, perubahan penampilan Ashanty tentu tidak terlepas dari perhatian masyarakat dan media. Setiap penampilan dalam acara maupun unggahan di ruang digital dapat memunculkan komentar mengenai gaya barunya setelah berhijab. Namun, keputusan yang bersifat personal tersebut tidak selalu perlu dikaitkan dengan tuntutan publik mengenai bagaimana dirinya harus tampil setelah mengambil pilihan tersebut. Ashanty masih dapat bereksperimen dengan berbagai gaya busana yang sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan aktivitasnya. Perubahan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menemukan karakter penampilan baru tanpa meninggalkan identitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Hal yang paling penting bagi dirinya adalah dapat menjalani keputusan tersebut dengan nyaman dan mempertahankan niat yang mendasarinya.
Pengalaman di Tanah Suci akhirnya menjadi salah satu bagian penting dalam cerita Ashanty ketika memantapkan hati untuk mengenakan hijab. Perjalanan tersebut tidak hanya meninggalkan kenangan ibadah bersama keluarga, tetapi juga mendorong refleksi mengenai perubahan yang ingin dibawanya ke dalam kehidupan setelah kembali ke Indonesia. Keputusan berhijab kemudian menjadi langkah personal yang dijalani setelah melalui pertimbangan dan proses panjang. Dukungan keluarga serta kesempatan menyesuaikan diri dengan penampilan baru membantu dirinya memasuki fase tersebut tanpa harus meninggalkan berbagai aktivitas yang selama ini dijalankan. Ashanty juga masih memiliki perjalanan panjang untuk mempertahankan pilihan yang telah dibuat sesuai keyakinan dan kenyamanannya. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah pengalaman perjalanan dapat menjadi momentum yang memberikan makna mendalam terhadap keputusan seseorang dalam menjalani kehidupan.








