Depok, 6 Agustus 2026 – Proyek pelebaran trotoar di sejumlah ruas jalan di Kota Depok menjadi perhatian setelah mendapat protes dari sebagian warga yang menilai pelaksanaannya menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas sehari-hari. Sejumlah masyarakat menyampaikan keberatan terkait perubahan kondisi akses, ruang parkir, hingga kelancaran mobilitas di sekitar lokasi pembangunan. Di sisi lain, pemerintah daerah menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur pejalan kaki sekaligus menciptakan kawasan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna jalan. Perbedaan pandangan tersebut memunculkan diskusi mengenai keseimbangan antara pembangunan fasilitas publik dan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Sebagian warga menilai pelebaran trotoar menyebabkan ruang bagi kendaraan di beberapa titik menjadi lebih terbatas sehingga memengaruhi aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha. Ada pula yang mengkhawatirkan berkurangnya area parkir di tepi jalan serta perubahan pola lalu lintas setelah proyek selesai dilaksanakan. Menurut warga, berbagai aspek tersebut perlu menjadi perhatian agar pembangunan tidak menimbulkan kendala baru bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut. Aspirasi tersebut disampaikan melalui berbagai forum maupun komunikasi dengan pihak terkait agar dapat menjadi bahan evaluasi selama proses pembangunan berlangsung.
Pemerintah daerah menjelaskan bahwa pembangunan trotoar dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki sekaligus mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih tertata. Selama ini, banyak trotoar yang memiliki lebar terbatas atau bahkan tidak memadai sehingga menyulitkan masyarakat yang berjalan kaki, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak. Dengan pelebaran trotoar, diharapkan ruang bagi pejalan kaki menjadi lebih aman serta mampu mendorong budaya berjalan kaki sebagai bagian dari mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Pemerintah juga menyatakan akan terus mengevaluasi pelaksanaan proyek agar tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaan proyek, pemerintah berupaya melakukan penyesuaian terhadap kondisi lapangan agar dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan akses menuju permukiman, fasilitas umum, maupun lokasi usaha tetap dapat digunakan selama proses pembangunan berlangsung. Selain itu, berbagai masukan dari warga menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan pelaksanaan proyek sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas. Pendekatan dialog dinilai penting untuk membangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat.
Pengamat transportasi perkotaan menjelaskan bahwa pembangunan trotoar merupakan bagian dari konsep kota yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan, bukan hanya kendaraan bermotor. Keberadaan trotoar yang memadai dapat meningkatkan keselamatan pejalan kaki, mengurangi konflik antara kendaraan dan pejalan kaki, serta mendukung penggunaan transportasi umum karena masyarakat memiliki akses berjalan kaki yang lebih baik menuju halte maupun stasiun. Namun demikian, setiap proyek pembangunan perlu mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan karakteristik kawasan agar manfaat yang dihasilkan dapat diterima secara optimal oleh masyarakat.
Di sisi lain, pemerhati tata kota menilai bahwa komunikasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Penyampaian informasi mengenai tujuan pembangunan, tahapan pekerjaan, manfaat jangka panjang, hingga potensi dampak sementara dapat membantu masyarakat memahami alasan di balik pelaksanaan proyek. Selain itu, ruang dialog yang terbuka memungkinkan warga menyampaikan masukan maupun aspirasi sehingga pemerintah dapat melakukan penyesuaian apabila ditemukan kendala di lapangan. Pendekatan partisipatif dinilai mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Berbagai kalangan berharap pembangunan trotoar dapat menghasilkan fasilitas publik yang berkualitas tanpa mengabaikan kebutuhan warga di sekitar lokasi proyek. Dengan perencanaan yang matang, evaluasi berkelanjutan, serta komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, berbagai potensi persoalan di lapangan diharapkan dapat diselesaikan secara konstruktif. Pembangunan infrastruktur yang memperhatikan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan kawasan perkotaan.
Protes warga terhadap proyek pelebaran trotoar di Depok menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur publik dan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan. Di satu sisi, trotoar yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, sementara di sisi lain berbagai aspirasi warga perlu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan proyek berjalan lebih optimal. Melalui komunikasi yang terbuka, perencanaan yang adaptif, dan kolaborasi antara pemerintah serta masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan bagi seluruh warga.





