Jakarta, 10 September 2026 – Departemen Pemadam Kebakaran Kota New York atau FDNY menggelar rangkaian kegiatan untuk mengenang 25 tahun serangan teror 11 September 2001 yang menghancurkan kompleks World Trade Center. Peringatan tahun ini memiliki makna khusus karena menandai seperempat abad sejak ratusan petugas pemadam kebakaran bergegas menuju Menara Kembar untuk menyelamatkan ribuan orang. Sebanyak 343 anggota FDNY meninggal dalam tugas pada hari serangan tersebut, menjadikannya kehilangan personel terbesar dalam sejarah departemen itu. Upacara peringatan utama FDNY digelar di Staten Island pada Rabu, 9 September 2026 dengan menghadirkan keluarga korban, anggota aktif dan pensiunan, serta jajaran pimpinan departemen. Selain mengenang mereka yang meninggal pada hari serangan, penghormatan diberikan kepada petugas yang kemudian meninggal akibat penyakit berkaitan dengan paparan di World Trade Center. Bagi FDNY, peringatan tersebut sekaligus menjadi cara memastikan pengorbanan generasi pemadam kebakaran 2001 tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Upacara berlangsung di Staten Island University Hospital Community Park dengan latar pemandangan menuju Lower Manhattan, kawasan yang menjadi pusat tragedi 25 tahun silam. Komisaris Pemadam Kebakaran New York Lillian Bonsignore bersama Kepala Departemen John Esposito menghadiri kegiatan tersebut bersama keluarga para petugas yang gugur. Ribuan anggota dan keluarga besar FDNY menjadi bagian dari rangkaian penghormatan yang berlangsung menjelang peringatan resmi 11 September. Nama dan kisah para korban kembali dikenang sebagai bagian dari sejarah panjang pelayanan pemadam kebakaran New York. Bagi keluarga, upacara tersebut bukan sekadar peringatan sebuah peristiwa nasional, melainkan kesempatan mengenang orang tua, pasangan, anak, saudara, dan rekan yang tidak pernah pulang setelah memasuki kawasan World Trade Center. Tradisi penghormatan seperti ini terus dipertahankan FDNY sejak tragedi terjadi.
Serangan 11 September 2001 dimulai ketika pesawat American Airlines Penerbangan 11 yang dibajak menghantam Menara Utara World Trade Center pada pukul 08.46 waktu setempat. Tidak lama kemudian, United Airlines Penerbangan 175 menghantam Menara Selatan pada pukul 09.03. Ribuan pekerja dan pengunjung masih berada di dalam kompleks ketika kebakaran besar terjadi di lantai-lantai atas kedua gedung. Petugas FDNY segera dikerahkan dalam operasi penyelamatan dengan membawa perlengkapan menaiki tangga gedung sementara ribuan orang bergerak turun untuk menyelamatkan diri. Banyak petugas terus naik menuju lokasi kebakaran meskipun situasi di dalam bangunan semakin berbahaya. Menara Selatan akhirnya runtuh pada pukul 09.59, disusul Menara Utara pada pukul 10.28, menewaskan banyak petugas yang sedang menjalankan operasi penyelamatan.
Sebanyak 343 anggota FDNY meninggal pada hari tersebut, termasuk petugas pemadam kebakaran, pejabat komando, dan personel pendukung yang berada di kawasan World Trade Center. Salah satu korban yang paling dikenang adalah pastor sekaligus kapelan FDNY, Mychal Judge, yang menjadi korban pertama serangan yang secara resmi tercatat dalam proses identifikasi. Foto petugas membawa tubuh Judge keluar dari reruntuhan kemudian menjadi salah satu gambaran paling dikenal mengenai pengorbanan para penyelamat pada 9/11. Sejumlah rumah pemadam kehilangan banyak personel sekaligus sehingga dampaknya terasa sangat dalam di lingkungan FDNY. Engine Company 10 dan Ladder Company 10 yang bermarkas tepat di seberang World Trade Center, misalnya, kehilangan enam anggotanya. Pos yang dikenal sebagai Ten House itu hingga sekarang tetap beroperasi sekaligus menjadi tempat penghormatan tidak resmi yang setiap hari didatangi pengunjung dari berbagai negara.
Sal Argano menjadi salah satu penghubung langsung antara Ten House saat ini dan peristiwa 2001. Petugas berusia 65 tahun tersebut merupakan anggota terakhir yang bertugas di Ten House pada masa serangan 9/11 dan masih bekerja di sana hingga sekarang. Pada hari serangan, Argano kebetulan sedang diperbantukan ke pos pemadam lain di Brooklyn sehingga tidak berada di markasnya ketika pesawat menghantam World Trade Center. Ia kemudian bergerak menuju Manhattan dan menemukan posnya rusak, sementara enam rekannya diketahui meninggal. Seperempat abad kemudian, Argano masih menjalankan tugas sekaligus menceritakan sejarah Ten House kepada pengunjung. Kehadirannya memiliki arti khusus ketika semakin banyak anggota FDNY generasi baru bahkan belum lahir ketika serangan 11 September terjadi.
Dampak tragedi terhadap FDNY ternyata tidak berhenti setelah operasi pencarian dan pemulihan di Ground Zero selesai. Ribuan petugas terpapar debu, asap, material bangunan, dan berbagai zat berbahaya ketika bekerja di kawasan reruntuhan selama berhari-hari hingga berbulan-bulan. Dalam perjalanan waktu, banyak di antara mereka mengalami kanker, gangguan pernapasan, dan penyakit lain yang dikaitkan dengan paparan World Trade Center. Lebih dari 400 anggota FDNY dilaporkan telah meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan paparan tersebut sejak serangan 2001. Pada awal September 2026, sebanyak 36 nama baru anggota FDNY yang meninggal akibat penyakit terkait World Trade Center selama setahun terakhir ditambahkan ke Memorial Wall departemen. Kondisi itu membuat tragedi 9/11 tetap memberikan dampak nyata kepada keluarga besar FDNY bahkan setelah 25 tahun berlalu.
Untuk memperingati seperempat abad tragedi tersebut, FDNY juga menghasilkan dua film yang berfokus pada sejarah dan dampak jangka panjang 9/11. Film pertama mengangkat kehidupan dan warisan Mychal Judge, sedangkan film lainnya membahas ketahanan para anggota FDNY sekaligus konsekuensi kesehatan yang mereka alami setelah bertugas di World Trade Center. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan ingatan institusional ketika jumlah anggota aktif yang mengalami langsung tragedi semakin sedikit. Cerita para penyintas dinilai penting agar generasi muda memahami bahwa dampak 11 September bukan hanya terlihat dari runtuhnya dua gedung pencakar langit. Ada ribuan keluarga yang harus menghadapi kehilangan serta petugas penyelamat yang membawa konsekuensi kesehatan hingga puluhan tahun setelah kejadian. Pendidikan sejarah kemudian menjadi bagian penting dari semangat “Never Forget” yang terus dijaga FDNY.
Rangkaian penghormatan berlanjut pada Kamis, 10 September 2026 melalui sejumlah kegiatan yang diselenggarakan anggota dan keluarga besar pemadam kebakaran New York. Engine 73 dan Ladder 42 di Bronx menggelar misa peringatan untuk menghormati sejumlah anggota FDNY yang gugur pada 11 September 2001. Pada sore hari, layanan doa lintas agama juga dijadwalkan berlangsung di Katedral St. Patrick, Manhattan, dengan anggota dan keluarga FDNY menghadiri kegiatan tersebut. Brooklyn 9/11 Wall of Remembrance turut mengadakan upacara cahaya dan doa sebagai penghormatan kepada para petugas penyelamat. Berbagai rumah pemadam di seluruh New York juga memiliki tradisi masing-masing dalam mengenang rekan mereka yang gugur. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan 9/11 tidak hanya berlangsung di lokasi bekas Menara Kembar, tetapi tersebar ke lingkungan tempat para korban dahulu bekerja dan tinggal.
Peringatan akan mencapai momentum utama pada Jumat, 11 September 2026, tepat 25 tahun setelah serangan. Upacara di kawasan National September 11 Memorial & Museum di Lower Manhattan kembali menjadi pusat penghormatan terhadap hampir 3.000 orang yang meninggal akibat serangkaian serangan tersebut. Bagi FDNY, nama 343 anggota yang gugur tetap memiliki posisi khusus karena mereka meninggal ketika bergerak menuju bahaya untuk mengevakuasi orang lain. Sejumlah unit pemadam juga menggelar misa dan kegiatan internal untuk mengenang anggota mereka masing-masing. Di berbagai pos pemadam, foto, helm, nama, dan benda peninggalan para korban tetap dipertahankan sebagai bagian dari sejarah unit. Tradisi tersebut membuat kisah mereka tetap dekat dengan anggota baru yang bergabung puluhan tahun setelah tragedi.
Dua puluh lima tahun setelah runtuhnya World Trade Center, wajah Lower Manhattan telah berubah dengan gedung baru dan kompleks memorial yang berdiri di lokasi bekas Menara Kembar. Namun, bagi Departemen Pemadam Kebakaran New York, 11 September tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas institusi tersebut. Kehilangan 343 anggota dalam satu hari dan ratusan lainnya akibat penyakit terkait World Trade Center menjadi pengingat mengenai panjangnya konsekuensi sebuah bencana. Peringatan tahun ini karena itu tidak hanya diarahkan untuk melihat kembali keberanian petugas pada 2001, tetapi juga memperkuat dukungan kepada penyintas dan keluarga yang masih merasakan dampaknya. Generasi baru FDNY kini memikul tanggung jawab untuk meneruskan cerita para pendahulunya meskipun banyak dari mereka tidak mengalami sendiri tragedi tersebut. Seperempat abad telah berlalu, tetapi bagi keluarga besar pemadam kebakaran New York, janji untuk tidak melupakan mereka yang gugur tetap menjadi bagian utama dari penghormatan terhadap tragedi 9/11.







